Tulisan
ini adalah hasil refleksi penulis bertemu dan berdiskusi dengan para pelaku
usaha yang menggunakan iklan digital. Secara praktik para pelaku usaha bisa
memasang iklan digital facebook ads, Google Ads, Twitter Ads, dan lain
sebagainya secara mandiri tanpa harus menggunakan jasa agensi pemasaran,
Facebook/Google/Twitter memberikan kemudahan pemasangan iklan kepada para
pengguna dengan memberikan panduan khusus dan tahapan-tahapan pemasangan iklan
yang mudah dimengerti.
Kehadiran
agensi pemasaran adalah untuk membantu mengerjakan hal-hal yang tidak difahami
secara mendetail pekerjaan yang tidak diketahui oleh para pelaku usaha/pemasang
iklan, seringkali para pelaku usaha/orang yang ingin memasang iklan mengikuti
tahapan-tahapan yang ada tapi tidak membuat perencanaan iklan, monitoring
iklan, evaluasi iklan, proses meningkatkan penyadaran merek, proses pengenalan
merek dan proses ajakan untuk pembelian yang pada akhirnya iklan yang
diterbitkan tidak berdampak secara signifikan.
Contoh
kasus misalnya salah satu mitra kami yang menjual tas kulit pria, memiliki
“likers” fanpage sebanyak 1000 orang yang didapatkan dari iklan berbayar, namun
tidak terjadi konversi setelah pemasangan iklan. apa yang menjadi penyebabnya?
Setelah kami pelajari ternyata :
- Fanpage
tidak dikelola dengan baik
- Tidak
ada update berita/produk terbaru yang diterbitkan
- Tidak
ada proses peningkatan kesadaran akan merek, pengenalan merek dan ajakan
pembelian.
Selain
dukungan pemasangan iklan digital untuk meningkatkan penjualan, web dan berita
di sosial media yang digunakan untuk usaha harus dikelola dengan baik dan terus
diperbaharui. kenapa hal ini harus dilakukan? Karena konsumen akan terlebih dahulu
memperivikasi media dagang dan produk sebelum melakukan pembelian.
Dengan hadirnya iklan digital, kita
tidak harus bergantung lagi kepada iklan offline seperti baliho, iklan dimedia
cetak, papan reklame atau space iklan di TV dengan harga yang sangat mahal,
kehadiran iklan digital menawarkan kemudahan kepada para pengguna untuk
menjangkau orang yang tepat, dengan pesan yang tepat dan pada saat yang tepat
dengan harga yang bisa anda control.
1.
Pemasaran
Digital Menjangkau Orang Yang Tepat
Dalam konteks pemasaran digital
dapat menjangkau orang yang tepat, penerima dari iklan yang akan diterbitkan
dapat disesuaikan dengan segmentasi usaha/produk/jasa yang ditawarkan, seperti
wilayah penerima iklan, usia penerima iklan, jenis kelamin penerima iklan dan
bahasa yang digunakan. Kita ambil contoh misalnya, anda adalah penjual cemilan
khas lebaran yang berdomisili di Tangerang Selatan dan ingin menyasar pengguna
Facebook di wilayah Bogor, setting iklan bisa berupa :
- Segmentasi
Wilayah : Kota Bogor
- Segmentasi
Usia : 28 – 40 Tahun
- Segmentasi
Jenis Kelamin : Perempuan
- Bahasa
: Indonesia
2.
Pesan
Yang Tepat Untuk Pemasaran Digital
Pesan
yang tepat bisa anda representasikan melalui konten iklan, konten iklan bisa
berupa teks, foto, gambar, atau image dan video-audio, konten yang anda buat
harus menggambarkan pesan yang ingin disampaikan sehingga pembaca dapat dengan
mudah memahaminya.
3.
Saat
Yang Tepat Menggunakan Pemasaran Digital
Dalam
konteks yang lebih mendalam, iklan digital bisa diterbitkan pada moment-moment
tertentu (saat yang tepat), misalnya bagi pelaku usaha rental mobil,
musim-musim liburan adalah waktu yang tepat untuk memasang iklan, atau tahun
ajaran baru adalah moment yang tepat untuk memasang iklan bagi pelaku usaha
baju dan sepatu sekolah.
Cukup
banyak mitra kami yang berfikir bahwa iklan digital itu mudah, secara tekhnis
memang iya, tapi lebih dalam dari itu pemasangan iklan digital harus
disesuaikan pada segmentasi usaha dan canvas bisnis yang anda miliki,
kesesuaian segmentasi usaha dengan tujuan pemasangan iklan harus berjalan
sejajar agar anda bisa mengukur hasil iklan
berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. (M.I.A)
Comments
Post a Comment